GNSS (Gobal Navigation Satellite System) atau Jasa Survey GNSS/GPS Geodetic adalah sistem untuk menentukan posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit. Sistem yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus dalam segala cuaca ini, didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan 3 dimensi yang teliti, serta informasi mengenai waktu secara kontinyu di seluruh dunia. Aplikasi GNSS diberbagai bidang seperti Survei dan Pemetaan (Daratan, Lautan), Infrastruktur dan Pertambangan, Navigasi dan Transportasi (Daratan , Lautan, Angkasa), Kadastral, Deformasi dan Geodinamika, Perairan dan Kelautan, dan sistem data informasi lainnya.
Sistem GPS tediri atas tiga segmen utama, yaitu segmen angkasa (space segment), segmen sistem kontrol (control system segment), dan segmen pengguna (user segment).
Gambar 1. Tiga Segmen GPS
(Abidin, 2007)
Pada dasarnya tergantung pada mekenisme pengaplikasiannya, metode penentuan posisi dengan GPS dapat dikelompokkan atas beberapa metode yaitu : absolute, differential, static, pseudo-kinematic, dan stop-and-go, seperti ditunjukkan pada tabel berikut:
Metode Penentuan Posisi Absolut
Metode penentuan posisi ini, dalam metode statik dan kinemaatik, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan yaitu:
- Metode ini kadang dinamakan juga metode point positioning karena penentuan posisi dapat dilakukan per titik tanpa bergantung pada titik lainnya.
- Posisi ditentukan dalam sistem WGS-84 terhadap pusat massa bumi.
- Prinsip penentuan posisi adalah reseksi jarak ke beberapa satelit secara simultan.
- Untuk penentuan posisi hanya memerlukan satu receiver GPS, dan tipe receiver yang umum digunakan untuk keperluam ini adalah tipe navigasi atau kadang dinamakan tipe genggam (hand held).
- Titik yang ditentukan posisi bisa dalam keadaan diam (moda statik) maupun dalam keadaan bergerak (moda kinematik).
- Biasanya menggunakan data pseudorange. Perlu juga dicatatat bahwa dalam moda statik, meskipun jarang sekali digunakan, data fase sebenarnya juga bisa digunakan yaitu dengan mengestimasi ambiguitas fase bersama-sama dengan posisi.
- Ketelitian posisi yang diperoleh sangat bergantung pada tingkat ketelitian data serta geometri dari satelit.
- Aplikasi utama dari metode ini adalah untuk keperluan navigasi atau aplikasi-aplikasi lain yang memerlukan informasi posisi yang tidak perlu terlalu teliti tapi tersedia secara instan (real-time).
Gambar 2. Metode penentuan posisi absolut (Abidin, 2007)
Metode Penetuan Posisi Diferensial
Pada penentuan posisi differential, posisi suatu titik ditentukan relative terhadap titik lainnya yang telah diketahui koordinatnya. Pada metode differensial, yang kadang kala dinamakan metode penentuan posisi reltif, dengan mengurangkan data yang diamati oleh dua receiver GPS pada waktu yang bersamaan, maka beberapa jenis kesalahan dan bias dari data dapat dieleminasi dan direduksi, hal ini akan meningkatkan presisi dan akurasi data.
Gambar 3. Metode Penentuan Posisi Differensial (Abidin, 2007)
Metode Statik
Penentuan Posisi secara statik adalah penentuan posisi dari titik-titik yang statik. Penentuan posisi tersebut dapat dilakukan secara absolut maupun differensial, dengan menggunakan data pseudorange dan fase. Dibandingkan dengan metode kinematic, ukuran lebih pada suatu titik pengamatan dengan metode ini biasanya lebih banyak. Ini meyebabkan keandalan dan ketelitian posisi yang dipeoleh umumnya lebih tinggi. Pada prinsipnya, survei GPS bertumpu pada metode-metode penentuan posisi statik secara differensial dengan menggunakan data fase. Dalam hal ini pengamatan satelit GPS umumnya dilakukan baseline per baseline selama selang waktu tertentu (beberapa puluh menit sampai beberapa jam). Jasa Survey GNSS/GPS Geodetic
Gambar 4. Metode penentuan posisi statik (Abidin, 2007)
Pada survei dengan GPS, pengolahan data GPS untuk menentukan koordinat dari titik-titik dalam jaringan umumnya akan mencakup tiga tahap utama perhitungan:
- Pengolahan data dari setiap baseline dalam jaringan.
- Perataan jaringan yang melibatkan semua baseline untuk menentukan koodinat dari titik-titik dalam jaringan.
- Transformasi koordnat dari datum WGS-84 ke datum yang diperlukan.
Metode Rapid Static
Metode penentuan posisi dengan survei statik singkat (rapid static) pada dasarnya adalah survei statik dengan waktu pengamatan yang lebih singkat, yaitu 5-20 menit ketimbang 1-2 jam. Metode statik singkat ini bertumpu pada proses penentuan ambiguitas fase yang cepat. Disamping memerlukan perangkat lunak yang andal dan canggih, metode statik singkat ini juga memerlukan geometri pengamatan yang baik. Untuk meningkatkan keandalan, satu baseline umumnya diamati dalam dua sesi pengamatan. Dimana ketelitian (relatif) posisi titik yang diperoleh adalah dalam orde centimeter (SNI, 2002).
Gambar 5. Metode Statik Singkat (SNI, 2002).
Untuk layanan Jasa Survey GNSS/GPS Geodetic bisa menghubungi 0896-8802-8806 (WA)

